Perihal Ini-Itu

 - by katarara

Saya baru pulang dari blog Paman Tyo. Semula saya berniat bawa oleh-oleh tulisan yang sempat diobrolkan ke kawan. Tulisan tak ketemu tapi saya dapat tanda mata yang ngemplang kepala; menulis lagi. Kenapa sih menulis jadi gagasan yang begitu heroik?

Read this article »

Kematian Juju

 - by katarara

Mas Wahyu dan Teman-teman di Migrant Care yang baik,

Tadi malam teman saya, Hikmat Gumelar, menelpon dan mengabarkan kalau salah seorang buruh migran perempuan dari kampungnya, Karang Sambung, Kadipaten, yang bernama Juju Juana meninggal.

Read this article »

The Only Exception

 - by katarara

Boy menjemputku di halte depan McD. Lapar dan ngantuk bukan kombinasi terbaik ketika menunggu, begitu kicauku. Aku kelaparan, bukan karena kebetulan hari ini bulan puasa. Aku sedang tidak puasa, hanya saja dua hari terakhir aku hanya minum segelas kopi Toraja di Phoenam dan sebatok kelapa muda. Pun aku belum tidur sejak kemarin. Tapi aku mengiyakan saja waktu Boy sms, “Ikut bukber Paramore Community yuk.”

Read this article »

Doa untuk Ambon

 - by katarara

Jakarta lebih terik dari biasanya. Panasnya seolah sanggup melelehkan kepala. Kutengok jam di hp, 13.00 WIB. Pantas. Di luar, matahari sedang garang-garangnya. Aku bersyukur telah sampai rumah. Rencana meneruskan baca kutangguhkan. Aku memilih tidur siang dengan jendela terbuka.

Ketika bangun, dua jam kemudian, matahari telah menepi. Dari jendela kamar, cahaya tidak lagi menyilaukan. Udara sore ramah seperti kawan lama, ngajak main di halaman. Tapi nanti dulu, aku mau tahu apa yang kulewatkan selama tidur siang. Laptop kunyalakan.

Aku tidak membaca koran, juga mengurangi ngobrol dengan kawan-kawan. Komunikasi yang kuteguhkan barangkali ya cuma dengan linimasa Twitter ini. Tanda panah terus kutarik ke bawah. Orang-orang juga mengeluhkan panas yang keterlaluan. Kabar-kabar lain tak ada kaitannya denganku sampai aku menemukan retweet seorang teman: Read this article »

Before Two Stones

 - by katarara

Before Two Stones yang berdurasi 20 menit 42 detik adalah salah satu film yang diunggah www.irinnews.org. Irinnews sendiri merupakan salah satu perangkat UN Office untuk mendokumentasi dan mempublikasikan pekerjaan yang telah mereka lakukan di pelbagai belahan dunia, khususnya kerja-kerja kemanusiaan.

Isu kemanusiaan terpecah dalam sejumlah isu turunan. Sebut saja HIV/AID, pendidikan, ekonomi, gender, juga konflik. Before Two Stones yang berkisah tentang perang antara Monarki Nepal dan Maois yang berkeras mendirikan republik komunis di Nepal ini masuk dalam laci konflik. Sejak pertama kali senjata diletuskan pada Februari 1996, hingga 10 tahun kemudian, lebih dari 12.ooo orang kehilangan nyawa. Ingin lihat sendiri filmnya? Read this article »